Powered by Blogger.

Catatan Astri

I read, teach, travel, cook, learn new things, and write it

  • Home
  • My Words
  • IT 'n Science
  • Q-World
  • Oase
  • Let's Go!
    • Life at Enschede
    • Mumbai Story
    • Travelling
  • Ke Dapur
  • None Of Them

CATEGORY >

Sampai Bandung, pengennya langsung jalan-jalan, ikut Oka ke kampus, dia kuliah terus saya jalan-jalan. Ternyata waktu dia siap berangkat kuliah, badan saya tidak mau diajak kompromi. Sempat tertidur selama satu jam, setelahnya saya sempat browsing kira-kira mau jalan kemana. Jam 12 siang, baru saya siap pergi dari rumah kontrakan kakaknya Oka. Akhirnya, berbekal petunjuk dari kakaknya Oka, saya naik angkot ke ITB.

Ini kedua kalinya saya ke Bandung. Tapi sebelumnya, ngikut aja mau dibawa kemana hehehe. Jadi cuma dikasih petunjuk naik angkot dan pergi sendiri itu prestasi buat saya. Bahkan bertahun-tahun tinggal di Bandar Lampung pun, saya hampir gak pernah naik angkot, akibat penyakit ndeso saya yang pusing kalau naik kendaraan roda empat. Alhamdulillah, meski sempat dioper angkot sekali, salah belok jalan sekali, dari area Ujung Berung, saya berhasil sampai ke daerah ITB dan ketemu Oka di depan lokasi parkir ITB.

Hujan agak deras dan perut lapar, membuat kami akhirnya mampir ke kantin, beli makan siang. Dan diputuskan, siang itu berangkat ke Lembang, menuju Kebun Bunga Begonia.  Dari daerah ITB, kami naik angkot Cicaheum-Ledeng. Dari Terminal Ledeng naik angkot Ciroyom-Lembang kalau nggak salah atau Stasiun Hall-Lembang. Sampai Lembang, karena masih gerimis, dan tidak menemukan angkutan desa yang seharusnya lewat, kami memilih naik andong. Dan sampailah kami di Kebun Bunga Begonia.

Disambut tukang parkir yang ramah, kami menuju gubuk kecil tempat penjual tiket. Harga tiketnya 5000 rupiah saja per orang. Murah kan? Yang mahal adalah tiket masuk untuk kamera DSLR, 50.000 (Lima puluh ribu rupiah) per kamera. Kamera pocket dan kamera hape masih gratis. Meski mendung, deretan bunga yang ada tetap cantik dan menarik. Selain bunga, ada juga area untuk sayur mayur di tempat ini. Restoran juga disediakan. Kebun bunga begonia ini dibuka dari jam 8 pagi sampai jam 9 malam.  Berikut adalah beberapa hasil foto dari taman bunga Begonia.



Kalau cuacanya cerah dengan langit biru, pastinya bunga-bunga ini terlihat lebih cantik lagi. Lokasinya memang tidak luas sekali, tapi ditata dengan cantik dan ditambah tema-tema tertentu. Kebetulan kami datang menjelang libur imlek, jadi nuansa imlek dengan lampion dan tatanan warna merah ada di beberapa sudut kebun bunga ini.











Selain bunga, ada juga space untuk sayur mayur. Hari itu, kebun bunga Begonia panen tanaman kembang kol. Sepertinya kalau bawa anak kecil dan diberi pengenalan tentang macam-macam sayur, tempat ini cukup menarik hehehe. 



Kami beranjak dari Kebun Bunga Begonia, saat kabut turun, jam setengah lima, cuma kabut putih yang terlihat dimana-mana. Bahkan dominasi merah warna tanaman begonia pun diselimuti warna putih.


Last shot before go home
 Meski tidak lama di tempat ini, suasana cantiknya cukup membuat fresh. Dan kami-pun pulang menuju parkiran ITB lagi (karena motor Oka diparkir disana) dengan rute yang sama. Bedanya, kami tidak naik andong, tapi ada angkot yang lewat menuju Pasar Lembang, ongkosnya 3000 rupiah. Oh ya, ini website resmi dari Kebun Bunga Begonia. http://www.kebunbegonia.com/ .



Share on:
Jalan-jalan ini bisa disebut asal. Orang yang kenal saya, mungkin tahu, setiap merencanakan jalan-jalan saya bakal membuat itinerary detail, mau naik apa, mau kemana saja, nginep dimana, tempat apa yang menarik dan lain-lain. Kalau sempat bahkan survey sekalian tiket perjalanan termurah dan lain-lain. 

Tapi yang ini beda. Karena terpending lamaaaa pengen liburan untuk urusan kantor, dan kalau direncanakan liburannya selalu gagal, maka..kali ini, begitu kondisi mahasiswa bimbingan tugas akhir dirasa bisa ditinggal sepekan, saya langsung pesan tiket ke Bandung. Kalau ditanya pulangnya kapan dan naik apa, saya nggak bisa jawab. Karena memang belum direncanakan mau jalan sampai kemana apalagi pulang naik apa hehehe.

Dan pada akhirnya, rute jalan-jalannya lumayan. Bandar Lampung-Bandung-Wonosobo-Dieng-Jogja-Borobudur-Parangtritis-Solo-Soetta-Branti. Kurang lebih 1867km dan jalan-jalan kali ini benar-benar membuat sandal saya harus istirahat.



Hampir semua mode transportasi dicoba, bus, kapal, kereta api dan pesawat. Berhubung jalan-jalan hemat, gak ada aktifitas belanja-belanja, satu-satunya bis yang agak mendingan adalah bis damri kelas royal untuk perjalanan Bandar Lampung-Bandung.  Sengaja ambil royal class karena sudah diprediksi, hari senin pasti hectic dan kelelahan di kantor. Supaya  hari Selasanya bisa langsung jalan-jalan (rencananya).

Oh ya saya sempat capture tarif bus damri dari Lampung untuk berbagai tujuan.



Perjalanan Bandar Lampung- Bandung cukup lancar. Sayangnya saat di menyeberang ke Merak, saya yang berharap bisa beristirahat di kapal, ternyata salah memilih ruangan. Berharap bisa beristirahat di ruang VIP malah tidak bisa tidur sama sekali, karena ruang tersebut bersebelahan dengan ruang karaoke dan orgen tunggal yang gegap gempita sepanjang perjalanan. Alhamdulillah, jam 5.30 pagi, saya bisa sampai dengan selamat di Bandung. Malam sebelumnya, saya sudah kontak Oka yang sedang kuliah di Bandung, dan Oka sangat berbaik hati mau menjemput saya di pool damri Bandung. Nah, posting selanjutnya akan berisi bercerita tentang tempat-tempat yang sempat dikunjungi.

Share on:
From sofestive.com 
Yeaay, ini postingan pertama di tahun 2015. Entah kenapa, sejak saya membuat blog ini di pertengahan tahun 2007, selalu saja tidak pernah bisa posting di awal tahun. Tulisan di blog archive Januari  2014 cukup banyak karena aslinya tulisan itu dibuat di bulan Mei 2014 hehehe. Jadi postingan random hari ini akan bercerita hal yang ringan-ringan, seputar campus life as a lecturer.

Semester genap  sampai pertengahan  2014 memang cukup padat, karena saya meninggalkan kelas setengah semester untuk shortcourse di Belanda. Empat Mata kuliah diampu tandem dengan dosen lain, tapi  ada satu mata kuliah harus saya laksanakan dengan beban dua kali lipat karena saya sendirian mengampu kelas tersebut.

Saat ini semester ganjil 2014/2015 yang dilaksanakan sampai januari 2015 baru saja usai, Alhamdulillah.. meski cukup melelahkan, akhirnya semester ini  berujung juga. Nah saya akan mencoba merangkum apa saja yang sudah saya lakukan di semester ganjil kemarin. Catatan semacam ini sangat bermanfaat, beberapa kali, saat menulis laporan saya sangat terbantu dengan status facebook, postingan blog atau tweet lama hehehe.

Mata kuliah yang diampu
1. Rekayasa Perangkat Lunak Lanjut D3 Manajemen Informatika
2. Tata Kelola dan Audit Teknologi Informasi S1 Ilmu Komputer
3. Rekayasa Perangkat Lunak S1 Ilmu Komputer, kelas ganjil dan genap
4. Multimedia Lanjut D3 Manajemen Informatika
5. Pengantar Manajemen Organisasi D3 Manajemen Informatika

Total 6 kelas yang diampu. Pekerjaan yang dilakukan secara umum memang memfasilitasi kegiatan belajar mengajar. Namun yang luar biasa adalah jumlah mahasiswa dan apa yang harus dilakukan untuk memfasilitasi kelas sebesar itu.
1. Kelas RPL lanjut, ada sekitar 55 mahasiswa, sistem mata kuliah ini adalah project perangkat lunak, membuat saya harus mendampingi 55 orang yang membuat desain dan aplikasi dengan 55 judul berbeda. Diperiksa satu-persatu di setiap pertemuan :p
2. Kelas Tata Kelola, mendampingi 55 mahasiswa menjadi 6 kelompok yang melakukan audit TI ke 6 instansi berbeda
3. Kelas RPL, ada 80 an mahasiswa yang dibagi menjadi 2 kelas. Dari kelas ini dan kelas RPL Lanjut, ada 10 proposal PKM yang berhasil diusulkan dan didanai untuk tahun 2015
4. Kelas Multimedia Lanjut, dengan 58 an mahasiswa,  mereka membuat project dan menghasilkan 17 game yang dites dan dipamerkan diakhir semester
5. Pengantar Manajemen Organisasi dengan 68 mahasiswa
Sssttt..jangan bilang-bilang, tapi pekerjaan yang paling 'lumayan' adalah koreksi tugas-tugas, quis,uts, uas dan project :p

Selain tugas utama sebagai dosen, diantara waktu jeda di kantor saya harus
a. Menjadi pembimbing 5 mahasiswa KP dari D3 MI
b. Menjadi pembimbing 8 mahasiswa KP dari S1 Ilmu Komputer
c. Menjadi pembimbing 17 mahasiswa TA dari D3, 12 diantaranya telah seminar hasil
d. Menjadi pembimbing dan pembahas 10 mahasiswa skripsi S1 Ilmu Komputer
e. Pembimbing Akademik puluhan mahasiswa S1 dan D3

Dan selain itu..
1. Menjadi panitia kegiatan pengabdian pada masyarakat
2. Publikasi penelitian di jurnal
3. Koordinator TA untuk S1 Ilmu Komputer
4. Kadang-kadang bertugas sebagai Tim penjamin mutu S1 Ilmu Komputer

Ada beberapa rencana yang belum terlaksana pada semester lalu
1. Publikasi yang scopus indexed
2. Serius belajar ngoding lagi
3. Membuat road map penelitian
4. Proposal PhD

Saya yakin, masih banyak rekan-rekan lain yang lebih produktif dari saya namun tetap saja Alhamdulillah.. semester ini mengajarkan saya belajar banyaaak sekali hal, physically and emotionally ^_^ . And now, i really..really need a holiday... Ayooo liburan.



Share on:
Ada kalanya, hari-hari tidak selalu berlalu dengan tenang
I am lucky, i'll never have bad hair day in front of public because of my veil
But sometime the unpredictable things comes to our day in order
Ha ha
Saya tidak ingin menyebutnya sial, lets say, just not lucky

source : http://almadinainstitute.org/blog/


Seperti Selasa lalu,
Sejak pagi, saya sudah menyiapkan slide dan bahan ajar dengan baik
Laptop saya sudah lama tidak mau bekerjasama dengan konektor projector di kelas, jadi saya hanya membawa flash drive
Langkah pertama, saya pinjam laptop mahasiswa
Ternyata, karena ruangan sangat panas saya harus membawa kipas angin sendiri ke kelas
Ternyata, konektor projector juga tidak bersahabat dengan laptop pinjaman
Ternyata, setelah diotak-atik dengan obeng pinjaman lab sebelah pun konektor dinyatakan rusak
Ternyata, setelah projector diganti pun, laptop tidak mau bekerja karena kendala sistem operasi
Ternyata, setelah laptop di tukar dengan yang OS berbayar perlu tambahan terminal listrik
Ternyata, mahasiswa tidak ada yang membawa terminal sehingga balik lagi ke lab mencari terminal listrik
Ternyata, setelah menjelaskan dua slide, tiba-tiba listrik mati...
Ternyata, setelah pasrah menulis materi dengan manual di whiteboard, ada tulisan yang dengan semena-mena menggunakan spidol permanen memenuhi 3/4 whiteboard
Ternyata, setelah susah payah membersihkan whiteboard, saya hanya punya waktu 40 menit untuk menjelaskan materi
#AntaraHarusTetapSenyumDiDepanKelasAtauGaruk-GarukKepala.

Dan hari ini
Saya terbangun dengan migrain di kepala
Saya harus mengantar bungkus N****Sa** ke rumah bawah, dan memasak bekal maksi
Ternyata, motor pertama yang dikeluarkan tidak mau jalan alias mogok
Ternyata, motor kedua yang dikeluarkan dengan susah payah ban nya kempes
Bisa jalan sih ke rumah bawah, tapii..
Ternyata, menemukan fakta galon air mineral habis
Ternyata, harus ke tukang tambal ban dulu
Ternyata, karena tidak hati-hati, kaki lecet kena standar motor
Ternyata, karena tidak seimbang saat sampai rumah, kaki kiri kejatuhan galon yang penuh
Ternyata, beres-beres rumah itu cukup memakan waktu
Ternyata, karena ban motor pertama melindas kain basah, saya tidak bisa memasukkan motor kembali ke rumah
Ternyata, saya harus terlambat saat memulai Quis mahasiswa
Ternyata, saya tidak bisa memenuhi janji ke mahasiswa untuk bimbingan laporan KP sejak pagi
#MenarikNafasPanjang


And.. surprised me
At the end of this hard weekdays
I saw something that made me smile
Saat melihat sekilas hasil ujian mahasiswa...sebagian besar menunjukkan hasil lumayan
Setahun penuh, saya mengulang-ulang materi ini dan tidak semuanya disampaikan dengan nada sabar..
Finally..more than half class show better result..

Itu juga..yang membuat saya bisa bertahan, menghabiskan setengah hari ini, kembali menemani belasan orang yang berusaha menyelesaikan laporannya, meski ada yang mulai dari 50%, 40% bahkan 10 atau 5%..

Peristiwa Selasa, membuat saya harus memiliki lebih banyak persiapan sebelum mengajar, mengasah kemampuan mengajar manual di ruang yang 'hangat', tanpa bantuan LCD atau bahkan laptop. Ada sekian banyak catatan di kepala saya, bagaimana mekanismenya supaya sarana dan prasarana mengajar dapat terawat dengan baik dan diperiksa untuk memastikan bisa dipakai.

Rentetan kejadian hari ini, mengingatkan saya, untuk lebih piawai melakukan manajemen aktifitas harian, tidak kelelahan, juga tidak perlu memikirkan hal-hal yang tidak terlalu penting, tinggalkan yang berat, kerjakan sedikit-sedikit, suatu hari kelak..pasti ada buah manis yang bisa dipetik

Dan saya jadi ingat quote ini
When life gives you lemons, Make lemonade..
or maybe
“When life gives you lemons, give them to me, I love free stuff!”

Share on:


Do you remember my room?
Err not so important's room to be remembered also

So, today i want to tell you about that not so important room
I prefer called as a cubicle because 5 meters square only, without windows, lamp was not working, really messy, full of papers, no air conditioner.  I bought fan few months ago, just to make sure i will not struggling to stay at my cubicle when weather forecast said  the real feel will be 39 degree.

then, once upon at the time, i feel so boring
I feel hopeless when i sit here, i always want to be away from this cubicle, back to go home early, this messy cubicle torture my mood.
i have to do something with my room. In my dream, my cubicle will be like this.

so beautiful room

but that will be too good to be true. Maybe only top management or senior professor have luxury room. As junior lecturer,  all praise to God, i got  personal space like this cubicle, All of the stuff here i got from other lecturer furniture, they move to the other room or leave it for postgraduate/doctoral degree. Comparing to this old room, the dream room will consume a lot of money, to be realized.


I had two printers, one is my personal printer, i brought from home, after that my colleague gave another printer with more ink, one book shelf (with all of small things in it), one computer table without desktop hahaha and a lot  of papers. Most of the papers are students project, exam results etc.

I decided to ask one computer desktop with larger view. I got the desktop from lab, and then it means i need another table. When i asked some help from students to lift the table, they warn me, it will not be fit in your room Ma'am, your room too small and i said, it will, and it must. They were not 100% wrong, It took one hour, only to manage two big table, one shelf, and one smaller table for the printer. I tried so many formation and failed :p

larger view for the monitor

 Also, i have to give space for students chair. Maybe they want to meet me and consult about project and so on. The most important thing, give some space to pray, coz at least i'll be here from 7.30 to 4 pm. There is small room as musholla in this building, but always busy with students from two departments.

Second hour, Lia, the cleaning service pass by and saw me confused with the tables, then she offered some help. Yup, half an hour later we decide which area that will be the right place for the tables. Is it finished? Nop..all tables are  the old one,  i have to buy cover to make it nice.

Next step, i selected all unused papers and gave two big boxes for Lia, it was up to her how to throw that out. I also put Neso poster and hang it on the wall to give some colour. At the back of the door, i nailed hanger for my jacket. For the light, i bought tube lamp and asked the Keyman help me to turn on the lamp.

for my jacket

The size of the table was not suitable  to make it like a corner, i took some part of broken computer table from the third floor, bought some shelf  support and nailed it to make longer table. I did also for two more shelf from broken computer table on the wall. I put small stuffs from book shelf and printed papers. For the book shelf, i manage the books on the proper place, As a final touch, i bought some artificial flowers, bring some souvenirs and tiny things i keep, put on shelf and voila.. i made it, my cubicle makeover.

new shelf from part of broken computer table

So far, i feel more comfortable with big screen, brighter cubicle and full of colour.
After i finished, my colleague came to my door, saw new look of my room and said...how if the boss said we have to move to next building?
and we laugh hahaha
Well it means maybe another make over. This is my cubicle appearance now.

from students chair view

from my view

from door view
Note : postingan dibuat setelah mengetik email yang panjang dalam bahasa Inggris, terus tersadar hahaha masih perlu banyak latihan, limited vocab, yah masih perlu usaha keras buat persiapan nulis disertasi ^_^V.

Share on:


Karena nonton dengan cowok terlalu mainstream. Ini review film dari penonton biasa, boleh percaya boleh tidak kok.

Hari itu saya sengaja pulang lebih awal dari kantor, yup i promised to go to the cinema with my Mom. Saya tahu, beliau sangat jenuh di rumah, dibandingkan dengan halaman rumah di Sekampung, halaman disini yang cuma 30 an m2 memang terlalu kecil. Meski saya menyiapkan pot-pot tanaman dan puluhan polybag tetap saja, semua tanaman itu akan selesai dirawat kurang dari setengah jam. Niat buat mengajak nonton ini sebenarnya sudah lama sekali, tapi saya harus memilih film yang tepat. Harus film Indonesia, yang saya juga pengen tonton dan waktunya memungkinkan. Dan akhirnya, film Haji Backpacker jadi pilihan.

Saya fikir, ceritanya mungkin adalah cerita orang yang dengan cara murah pengen naik haji, hmm tapi perkiraan awal saya tentang judul ternyata salah. Sebelum menonton, saya sudah browsing trailler film. Mencoba memastikan apakah film akan menarik atau tidak. Kesan pertama, sepertinya cukup menarik. 



Film ini mengisahkan perjalanan Mada, yang kecewa dengan takdir Tuhan, sang kekasih meninggalkannya pada saat hari pernikahan. Luka di hatinya membuatnya mengembara sampai ke Li Jiang, Tibet, Nepal dan India.

Menonton film ini, akan membuat kita dimanjakan dengan pemandangan dan tujuan wisata dari negara-negara yang disinggahi Mada dalam perjalanannya. Awal cerita dimulai dari Thailand, dan berakhir di Saudi Arabia. Latar musik yang sesuai menguatkan gambaran setiap negara dengan alunan tradisional yang unik.

Dalam dua puluh menit pertama, film ini tidak membosankan. Tapi alur maju mundur dalam ceritanya, membuat orang yang tidak terbiasa jadi mengerutkan kening. Berkali-kali, sepanjang film, ibu saya bertanya, karena alur film yang menayangkan kisah masa sekarang, masa lalu dan kerap diselingi dengan cerita dalam mimpi Mada.

Karakter dalam film juga dimainkan dengan baik, hmmm Abimana..jelas sangat kuat memerankan Mada. Laura Basuki juga menggambarkan peran gadis Tiongkok dengan dialek, pengucapan dan mimik antusiasme yang pas.

Tapi beberapa kali, saya merasa ada titik-titik cerita yang bisa dibuat lebih menarik dan greget. Ada dialog-dialog tertentu yang bisa ditunjukkan menjadi kalimat yang lebih bermakna atau malah jadi gurauan khas. Butuh lebih dari sekedar ditinggalkan seseorang, seharusnya, membuat Mada yang rajin shalat dan berdo'a menjadi orang yang sangat jauh dari Tuhan, meninggalkan orang tua, membunuh atau bahkan tidak berekspresi saat dikabarkan si Ayah meninggal.. Agak janggal rasanya, orang yang minum-minuman keras, hobby clubbing, sampai menghilangkan nyawa orang, masih berfikir daging halal atau tidak saat terdampar di Vietnam. Tapi mungkin juga keterbatasan durasi film sehingga  banyak detail yang dihilangkan hehehe

Perjalanan Mada mulai dari Thailand sampai Saudi Arabia dikisahkan dengan halus. Berkonflik dengan salah seorang preman lokal di Thailand, memaksa Mada untuk  menuruti saran kakaknya ke Vietnam. Luka di tubuhnya membawanya sampai ke Li Jiang (bagian ini ceritanya agak memaksa, tapi masih masuk akal sih) dan bertemu dengan Suchun. Sayangnya, beberapa negara lain, seperti Tibet dan Nepal ditampilkan sebagai tempat yang dilewati saja, tanpa dialog.

Adegan paling membekas dalam film ini, adalah saat Mada sampai di Saudia Arabia, dan mengunjungi salah satu kompleks pemakaman disana. Dan lagu Uje yang melatari adegan, membuat air mata tidak bisa dibendung. Menurut saya siih, karena tempat itu juga merupakan salah satu tempat yang ingin saya kunjungi saat saya masih hidup.  Tapi sungguh, cara si sutradara merekam lokasi-lokasi di film ini memang patut diacungi jempol. Dulu sebelum sampai Belanda, saat saya menonton film 99 cahaya di langit Eropa, saya jadi berdo'a, semoga suatu hari sampai ke Eropa. Dan kemasan film ini membuat saya juga ingin mengunjungi negara-negara itu..suatu  hari nanti ^_^.

Share on:
Ini postingan galau hehehe antara mau buat judul tentang sate daging sapi atau mau menguji buat sate pakai wajan happycall hehehe Apa sajalah.. Awalnya karena bosan dengan menu daging yang di rendang, semur atau sop, akhirnya waktu Ibu mengiris daging untuk dimasak semur, saya menyisihkan sedikit untuk dibuat sate. Ibu pesimis, daging sapi bisa matang, karena dimasak semur saja butuh waktu yang cukup lama. Saya bilang, dicoba saja, siapa tahu enak, saya bosan masakan daging yang itu itu saja.

Nah, resepnya pakai acara browsing, akhirnya dipilih yang pakai bumbu ketumbar.



Bahan utama
1. Daging sapi, potong dadu, susun pada tusukan sate
2. Sambal kecap, yang berisi irisan bawang merah, cabe dan sedikit garam
3. 150 ml kecap manis
4. 1 sendok makan ketumbar bubuk
5. 2 sendok makan minyak goreng
6. 1 sendok makan air asam jawa

Bumbu Halus
1. 4 butir bawang merah, rebus
2. 3 siung bawang putih, rebus
3. 5 cabai merah, rebus
4. 2 sendok makan saus tomat
5. 2 sendok teh garam
6. 1/2 sendok teh merica bubuk
7. 15 gram gula merah

Cara memasak:
1. Aduk rata daging sapi, bumbu halus, kecap manis, ketumbar bubuk, minyak goreng, dan air asam jawa. Diamkan dua jam agar bumbu meresap
2. Bakar diatas pan Happycall yang sudah dipanaskan, sambil dioles sisa bumbu sampai matang.

Saya lebih suka bumbu kecap, makanya ditemenin sama sambal kecap satenya.

note: jika khawatir daging kurang empuk, bungkus dengan daun pepaya saat daging didiamkan dua jam (katanya...)
Share on:
  • ← Previous post
  • Next Post →
  • Hi, I am Astria Hijriani. Now, i live in Enschede, Netherlands until 2018. I works as a Lecturer in Computer Science Department, Lampung University.
  • This blog capture some story from my life, my feeling, my activity and also my mind. You can contact me at astria.hijriani@gmail.com.
Founder of the website

Pageviews

Sparkline

Blog Archive

  • April 2018 ( 1 )
  • March 2018 ( 2 )
  • February 2018 ( 2 )
  • December 2017 ( 2 )
  • October 2016 ( 1 )
  • May 2016 ( 2 )
  • December 2015 ( 2 )
  • November 2015 ( 2 )
  • August 2015 ( 1 )
  • July 2015 ( 1 )
  • April 2015 ( 3 )
  • March 2015 ( 3 )
  • February 2015 ( 1 )
  • November 2014 ( 1 )
  • October 2014 ( 3 )
  • September 2014 ( 1 )
  • June 2014 ( 1 )
  • May 2014 ( 1 )
  • April 2014 ( 4 )
  • March 2014 ( 2 )
  • February 2014 ( 6 )
  • January 2014 ( 9 )
  • December 2013 ( 5 )
  • October 2013 ( 1 )
  • September 2013 ( 1 )
  • August 2013 ( 1 )
  • June 2013 ( 3 )
  • May 2013 ( 7 )
  • March 2013 ( 2 )
  • December 2012 ( 1 )
  • November 2012 ( 5 )
  • October 2012 ( 6 )
  • September 2012 ( 6 )
  • August 2012 ( 5 )
  • July 2012 ( 9 )
  • June 2012 ( 4 )
  • May 2012 ( 9 )
  • April 2012 ( 1 )
  • March 2012 ( 12 )
  • December 2011 ( 7 )
  • November 2011 ( 5 )
  • October 2011 ( 1 )
  • July 2010 ( 1 )
  • November 2009 ( 1 )
  • October 2009 ( 1 )
  • July 2008 ( 2 )
  • June 2008 ( 1 )
  • March 2008 ( 1 )
  • August 2007 ( 2 )
  • July 2007 ( 20 )

Popular Posts

  • Cara Membungkus Kado Bentuk Kemeja
    Ini postingan ringan, barangkali ada yang ingin berkreasi dalam membungkus kado atau bingkisan tertentu. Bentuk kemeja ini lumayan unik dan ...
  • Naik Apa ke Lampung dari Surabaya ?
    Selama jadi anak kost di Surabaya, sering sekali teman-teman bertanya, kalau pulang naik apa ke Lampung? Jawabannya biasanya gini, ya kalau ...
  • Berani Bongkar, Beruntung Bisa Pasang ~ Membersihkan Fan Acer 4732Z
    Liburan lalu, beberapa kali, laptop ini mati tiba-tiba, biasanya pada saat memainkan game yang membutuhkan grafis tinggi. Sempat sangat khaw...
  • Beasiswa Short Course StuNed
    Setiap bertemu dengan orang Indonesia di Enschede biasanya ditanya, -master atau PhD ? terus dijawab, ndak, saya shortcourse saja 3 bula...
  • Yang Mana Yang Berkualitas?
    Saya masih ingat sekali, pelajaran dasar yang diberikan Gem Cheong di kelas Total Quality Management. Gem menampilkan dua gambar berikut di ...
  • Beasiswa Pelatihan ITEC/SCAAP ke India
    Kenapa India? Mau Berangkat lagi? S3 ya, berapa tahun? Ngapain ke India? Mau ketemu Shahrukh Khan? Salam ya buat Shaheer Sheikh India...
  • Operasi Gigi Geraham Bungsu (III)
    Sudah diniatkan ditulis sejak lama, tapi semuanya berubah ketika negara api menyerang :) eh eh nggak ding, karena mengkambinghitamkan 'm...
  • Operasi Gigi Geraham Bungsu dengan Fasilitas Askes ( I )
    Setahun lalu, melihat hasil foto rontgen panoramik gigi, dokter gigi di Surabaya sudah mengingatkan sejak awal, Mbak..sebaiknya geraham bung...
  • Edisi Jajan dan Cari Oleh-Oleh di Palembang
    Jum'at sampai Ahad, 29 Nov-1 Des kemarin menyempatkan jalan-jalan ke Palembang. Menu utamanya wisudanya Destroyer eh Destri ding, tapi t...
  • Mampir ke Monas
    Ini salah satu mimpi waktu masih kecil, melihat Jakarta dari puncak Monas ^_^.  Dulu, pernah berkunjung ke tempat ini, waktu masih SD ras...

My Tweet

Tweets by @astriahijriani

Do Not think too much, say thanks to Allah for another wonderful day

Even your worst day, that's still 24 hours only


Created By SoraTemplates | By Gooyaabi Templates - copyright 2017 - edited by @hijriani