Powered by Blogger.

Catatan Astri

I read, teach, travel, cook, learn new things, and write it

  • Home
  • My Words
  • IT 'n Science
  • Q-World
  • Oase
  • Let's Go!
    • Life at Enschede
    • Mumbai Story
    • Travelling
  • Ke Dapur
  • None Of Them

CATEGORY >

Fiiiiuuuh...tiup sana sini. Lama sekali blog ini tak tersentuh ya. Nah postingan resep kali ini tentang martabak manis. Resepnya banyak sekali diinternet, yang dituliskan disini diambil dari postingan ini.


Bahan:
250 gram tepung terigu
5 gram ragi instant/ fermipan setengah bungkus
75 gram gula pasir 1 butir telur kocok lepas
300 ml air

Bahan isian:
butter, keju cheddar, susu kental manis (optional,)

cara membuat:
1. Ayak tepung terigu di wadah adonan. masukan ragi dan gula pasir. aduk rata. tambahkan telur, aduk rata lagi. tuang air sedikit-sedikit sambil terus dikocok sampai adonan menyatu dan lembut (bisa pakai whisk bisa juga pakai mixer). nah sampai sini adonan kental banget warnanya putih kekuningan. diamkan 45 menit - 1 jam.

2. Saat akan menuang adonan martabak, tes dulu si wajan anti lengket yg kita gunakan. caranya taburkan sejumput gula pasir, jika si gula langsung larut dan hilang/ meleleh artinya wajan siap dituang adonan. kalau wajan kepanasan, ntar si adonan ga sempat membentuk sarang atau pori-pori itu...begitu juga kalau wajan kedinginan, insyaallah bantet martabaknya ga berpori.

3. Kalau si wajan udah cukup panas tadi... tuang si adonan, pasti akan bunyi "cesssssss". udah deh aman, tuang gula pasir dan biarkan adonan naik sampai berpori. kurang lebih 10 menit apinya kecil sampai sedang aja dan biarkan sampai permukaan martabak matang dan bolong-bolong. angkat deh dari wajan.

4. dalam keadaan panas, oles dengan mentega, dan taburkan keju parut, lalu tuang susu kental manis. potong dua bagian, lalu lipat deh. potong2 lagi. siap dinikmati.

Pada foto diatas, digunakan wajan happycall. Kalau memakai cetakan martabak sebenarnya mungkin hasilnya bisa lebih bagus. Note: pada percobaan ke-3 baru bentuk dan rasa martabak agak bagus hehehe.
Share on:
Ini salah satu jajanan favorit saya sampai sekarang ^_^. Buat mengisi week end ini, karena gagal ke Krakatau, saya menyempatkan membeli bahan dan praktek resep hasil googling. Nah, ini penampakan dan resepnya. Yang digambar itu hasil percobaan yang ketiga. Pertama gagal karena wajan penggorengan lengket. Yang kedua, gagal karena adonan tidak bersarang. Nah, yang ketiga ini baru berhasil. Untuk mengurangi minyak, tiriskan kue cucur yang sudah digoreng diatas kertas minyak atau tissue sebelum disajikan.


Bahan:
250 gr Gula merah, sisir halus
1 sdt Kayu manis bubuk (cinnamon)
550 ml Air (Opsional : Santan agar lebih gurih)
3 lembar Daun pandan, suwir-suwir, ikat simpul
300 gr Tepung beras
50 gr Tepung terigu
½ sdt Garam
minyak untuk menggoreng
 
1. Masak dalam panci : gula merah, kayu manis dan air, masukkan juga daun pandan. Setelah larut, angkat, saring, dan buang ampasnya, sisihkan hingga dingin.
2. Campur tepung beras, tepung terigu, dan garam dalam ke mangkuk lain, aduk sambil dituangi ½ bagian air gula hingga tercampur rata. Tepuk-tepuk dengan tangan selama kira-kira 25 menit,lalu  masukkan sisa air gula. Teruskan menepuk-nepuk adonan sampai adonan terasa ringan.
3. Panaskan wajan kecil di atas api sedang, masukkan 50 ml minyak goreng kedalamnya, biarkan hingga panas. Tuang kira-kira 30 ml adonan atau 1 sendok sayur adonan ke dalam wajan, biarkan matang hingga terbentuk seperti renda di sekeliling kue. 
4. Siram-siramkan minyak panas ke bagian tengah adonan, tusuk-tusuk dengan lidi agar adonan mentah yang berada di dalam mengalir ke luar. Teruskan menyiram-nyiramkan minyak ke atas kue hingga matang, angkat.  Tiriskan
 
 
Share on:
Di postingan yang lalu, saya sudah menceritakan langkah-langkah mengurus rujukan Askes dan administrasinya di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM). Setelah melalui pemeriksaan dokter bedah mulut dan tes darah, sampailah ke hari-H operasi. Hari Senin tersebut, saya mengajukan ijin ke kantor 1 pekan, untuk operasi dan penyembuhan. Karena bertepatan dengan libur perkuliahan maka urusan  ijin ke kantor tidak terlalu bermasalah. Sebenarnya, dokter gigi saya sudah menyampaikan, operasinya termasuk kategori operasi kecil, namun untuk menenangkan diri, saya mengajak sepupu untuk menemani.

Persiapan sebelum operasi.
Pertemuan sebelumnya, dokter bedah mulut telah meminta untuk melepas kawat dan bracket pada M1 dan M2 (jika ada) pada geraham bawah. Hal ini untuk mengurangi kemungkinan kain kasa tersangkut di bracket dan ujung kawat. Perawat gigi juga meminta untuk membawa hasil rontgen panoramik pada hari-H operasi. Rujukan Askes dari Puskesmas memakai rujukan sepekan sebelumnya, tanggal 19 Agustus 2013.

Operasi Gigi Bungsu (Odontektomi)
Sebelum jam 8 pagi, kami sudah sampai di RSUDAM. Saya mengurus registrasi untuk peserta Askes, membayar karcis masuk Rp.1000 dan menyerahkan registrasinya ke perawat gigi. Waktu operasi sesuai jumlah pasien, maksudnya Dokter bedah mulut akan menyelesaikan dulu proses pemeriksaan pasien-pasien yang lain. Selama menunggu panggilan, saya menyempatkan mendokumentasikan layanan poli gigi dan mulut.

Jenis layanan poli gigi dan mulut RSUDAM



Sekitar satu setengah jam kemudian, saya dipanggil. Dokter kemudian menyuntikkan anestesi dan meminta menunggu sekitar setengah jam. Selama proses menunggu, dokter juga sambil memeriksa pasien-pasien lainnya. Setengah jam kemudian, obat bius bekerja, sampai rasa kebas terasa di pipi dan lidah sebelah kiri. Perawat gigi kemudian menutup wajah saya dengan kain hijau yang berlubang di bagian mulut.

Proses selanjutnya, yang terdengar hanya peralatan dokter, penyedot ludah dan darah dan tentu saja obrolan dokter dengan si perawat ^_^. Proses yang menyulitkan pada pencabutan akar gigi. Gigi saya ternyata lumayan panjang, dan posisi gigi yang setengah tidur membuat pencabutan gigi jadi proses alot, meskipun saya dibius tetap terasa :p waktu dicabut dengan sekuat tenaga. Setelah berusaha beberapa kali, akhirnya selesai. Luka bekas operasi dijahit, dan perawat meminta saya menggigit kain kasa sampai satu jam kedepan.

Setelah operasi, saya masih sempat bertanya dengan Dokter Spesialis Bedah Mulut. Sedikit memohon, agar bisakah hanya dua gigi bungsu bawah yang dicabut. Dengan agak keberatan akhirnya beliau bilang, " khawatirnya jadi kista lho mbak, tapi..gini aja, sekarang dua yang bawah saja ya, tapi kalau ada sesuatu yang terasa dengan perubahan pertumbuhan gigi bungsu yang atas, segera kesini ya". Akhirnya..thank you dok :). Setelah itu si perawat memberikan salinan untuk resep untuk diambil di Apotik 5, apotik untuk pasien Askes. Saya masuk ruang dokter jam 9.30, obat bius bekerja 30 menit. Kurang lebih jam 10 operasi dimulai dan saat keluar dari ruang bedah mulut, saya sempat melirik hape jam 10.40.

Salinan lembar ketiga resep
Setelah Operasi.
Dengan membawa surat jaminan rawat jalan berisi tulisan resep, saya ke Apotik 5 di lantai 1. Menyerahkan lembarnya untuk di legalisir, dan mendapat nomor antrian pengambilan obat. Pada saat duduk menunggu panggilan, saya baru sadar, pasien yang dipanggil saat itu adalah pasien dengan nomor terakhir 3535, berarti saya harus menunggu 55 orang lagi hehehe.
Karcis antrian pengambilan obat
Apotik 5 yang sibuk
Dibandingkan dengan apotik untuk pasien umum diseberangnya, apotik untuk pasien Askes ini memang cukup sibuk. Saat mendaftar nomor antrian, saya sempat memperhatikan tumpukan berkas untuk di entri ke sistem yang cukup banyak. Yang saya khawatirkan selama menunggu obat adalah jangan sampai pengaruh obat biusnya menghilang ditempat tersebut hehehe. Ketika jam 12 akhirnya nama saya dipanggil, rasanya lega sekali, karena meski masih menggigit kasa, saya mulai merasa denyut nyeri dari tempat operasi.

Dari apotik, saya mendapat obat untuk 5 hari, paracetamol dan ciprofloxacin. Jam 12.30 saya sampai kembali di rumah. Thanks buat Nana yang sudah mengantar dan menunggu dengan sabar. Next posting tentang operasi gigi bungsu, saya akan bercerita proses penyembuhan, tips  mengurangi rasa sakit dan trik makan sampai luka operasi sembuh.



Share on:
Setahun lalu, melihat hasil foto rontgen panoramik gigi, dokter gigi di Surabaya sudah mengingatkan sejak awal, Mbak..sebaiknya geraham bungsunya dicabut, satu gigi jelas impaksi ke gigi sebelahnya, satu gigi hanya muncul amat sedikit dan berbahaya karena potensi caries tinggi. Dua gigi geraham bungsu atas, jelas tidak akan muncul ke permukaan melihat arah tumbuhnya. Dengan sedikit memohon, karena saat itu sedang sangat pusing dengan tesis, saya memilih opsi untuk menunda, melihat dahulu, apakah geraham bungsunya akan benar-benar mengganggu atau tidak.

Dan ternyata...setahun kemudian, dua geraham bungsu bawah memang berulah. Mengingat biaya tindakan untuk gigi ternyata sangat tinggi di Lampung (buat PNS yang baru pulang sekolah maksudnya), si dokter dengan baik hati menyarankan untuk menggunakan fasilitas Askes. Semula, saya sangat ragu. Ragu karena khawatir fasilitas tindakan operasi yang untuk pasien  askes akan menyengsarakan. Tapi ternyata keraguan saya kalah dengan niat dan isengnya saya untuk mencoba ^_^V. Terutama, jika berhitung untuk operasi empat gigi bungsu mungkin akan sama dengan harga sebuah laptop. Baiklah..mari kita coba, saya mencoba menabahkan diri dan mengikuti langkah-langkah untuk rujukan peserta Askes.

Tulisan ini akan terbagi menjadi beberapa bagian (mungkin). Antrian untuk operasi gigi bungsu ternyata cukup banyak, sehingga tulisan ini akan jadi berseri hehehe. Awal Juli, saya sudah mengurus prosedur rujukan ke RS Umum Abdul Moeloek (RSUAM). setelah konsultasi ke dokter spesialis bedah mulut untuk jadwal operasi, diperoleh jadwal tanggal 26 Agustus 2013. Si perawat kemudian memberikan catatan tanggal di amplop hasil rontgen untuk kembali mengurus rujukan baru sepekan sebelum operasi.

Ok. ini-langkah-langkahnya :
1. Sesuai dengan nama puskesmas yang dipilih saat mendaftar Askes, mintalah surat rujukan. Di kartu Askes, tertulis terdaftar di Puskesmas Susunan Baru, maka kesanalah tempat saya meminta rujukan dari dokter gigi yang bertugas
Di Puskesmas dokter akan memeriksa dan menuliskan surat rujukan. Berdasarkan foto panoramik dari Surabaya, si dokter juga menyatakan sebaiknya dua geraham bungsu bawah dioperasi dan merujuk ke RSUAM. Begini bentuk surat rujukannya.

2. Sesampainya di RSUAM, masuklah ke bangunan sebelah kiri pintu masuk, satu gedung dengan ruang pendaftaran. Siapkan kartu Askes dan surat Rujukan untuk mengurus Surat Jaminan untuk Pasien Rawat Jalan. Eh iya minta dulu nomor antrian, ada staf yang berjaga paling ujung dari meja pendaftaran, ada tulisan -tempat mengambil nomor antrian- di mejanya. Saat itu saya dapat nomor antrian B 239 padahal belum jam 10 pagi.
 
Nomor antrian B-239, menunggu sekitar 80-an lah :)



Setelah itu tunggulah panggilan dari ruangan yang bertuliskan Askes Centre (pintu kaca dengan pinggiran hijau). Didepan ruangan sudah ada mesin untuk nomor antrian, tapi sepertinya belum siap untuk digunakan.

Antri...sampai ngantuk

Di ruangan Askes Centre, anda akan diberi surat jaminan rawat jalan untuk pasien Askes, tiga rangkap kalau tidak salah, bentuknya sebagai berikut.

3. Dari Askes Centre, pergilah ke meja pendaftaran. Meja bagian pendaftaran ada di sebelah Askes Centre,  berderet staf-staf RSUAM. Letakkan berkas anda di keranjang di depan staf , ingat untuk peserta  Askes ada staf khusus yang melayani, lihat label di mejanya.
Menanti di bagian pendaftaran
Staf bagian pendaftaran akan memberikan slip registrasi yang bentuknya seperti dibawah ini.

4. Langkah selanjutnya adalah membayar karcis di loket yang tersedia Rp. 1000. Loketnya kaca didepan deretan meja pendaftaran, bawah tangga.

5. Setelah membayar karcis, naiklah ke lantai II ke poli umum gigi dan bedah mulut. Pada kunjungan sebelumnya ( bulan Juli ) setelah melakukan langkah 1 s.d 4, saya menyerahkan berkas ke perawat di poli umum, diperiksa dokter gigi, dan menyatakan serahkan ke ruang sebelah ya (spesialis bedah mulut). Oh ya, di poli umum gigi, jika belum dilakukan rontgen, maka dokter akan meminta untuk dilakukan rontgen. Saya  tidak rontgen ulang karena membawa hasil rontgen panoramik dari Surabaya.

 Pada kunjungan pertama, dokter spesialis bedah mulut sedang melakukan operasi, jadi saya diminta kembali keesokan harinya. Dokter spesialis akan memeriksa kondisi, bertanya riwayat perawatan syaraf akar yang pernah saya lakukan dan lain-lain. Dokter menyatakan, sebaiknya diangkat empat-empatnya mbak :(, tapi ya yang mengganggu dulu ya, untuk dua gigi bawah, satu persatu. Kemudian perawat akan mencarikan jadwal sesuai waktu kosong dan jumlah pasien operasi. Dalam sehari, dr Agus Salim membatasi operasi untuk dua pasien.

Nah, karena prosedur pemeriksaan dari spesialis bedah mulut sudah pernah saya lakukan, maka pada tahap ini perawat memberikan rujukan untuk cek darah ke laboratorium.

6. Ruang laboratorium, ada di sebelah kanan gerbang masuk RSUAM. menyeberang dari gedung tempat pendaftaran. Lokasinya paling ujung, melewati apotik dan berbagai macam klinik.
Serahkan berkas dari ruang spesialis bedah mulut, petugas lab akan memberi dua lembar kertas untuk antrian dan label tabung darah. Jangan membayangkan ruangan yang nyaman dan privasi, tempat pengambilan darah adalah ruangan 2.5 x 2 meter dan berderet 7 pasien yang duduk mengantri. Saya sempat khawatir dengan proses pengambilan darah, karena yang lalu-lalu pasti kesulitan mencari pembuluh, Di luar dugaan tahap pengambilan darah saya ternyata mudah dan cepat ^_^ Yeaaay. Setelah itu tunggu dua jam untuk mengambil hasilnya.

7. Untuk pengambilan hasil lab, datanglah ke loket laboratorium, sebutkan nama, dan hasilnya akan diberikan. Alhamdulillah, kecuali nilai LED, yang lain sepertinya baik-baik saja
Hasil tes lab 1
Hasil tes lab 2
Hasil tes lab 3
Selanjutnya, datanglah kembali ke ruang dokter spesialis, serahkan kembali satu bundel berkas berikut hasil lab. Si ibu bilang, tanggal 26 Agustus, datang pagi-pagi dan registrasi ulang ya mbak..

Keluar dari ruangan dokter spesialis jam 2 siang, jadi waktu yang dibutuhkan sejak masuk RSUAM sekitar 4.5 jam. Ok, we'll know the operation story next week ^_^




Share on:
Traveling, all you have to do is take the first step. (Ibn Batutta).

Sewaktu menuliskan email balasan ke Nuffic Neso untuk menghadiri acara pengumuman pemenang Kompetiblog 2013 saya tidak berfikir bakal sampai ke Kota Tua. Pertama, karena perginya sendirian. Kedua, karena cuma sehari di Jakarta, berangkat selasa malam, rabu malam sudah balik ke Lampung. Tapi, sebenarnya saya ingin menantang diri sendiri, bisa nggak bepergian sendirian di Jakarta plus jalan-jalan tanpa rencana yang rumit.

Sejak dulu, saya agak males dengan masalah angkutan di Jakarta. Karena perginya dekat-dekat, misal ke Dikti atau penginapan, biasanya saya memilih naik taksi atau ojek. Naik busway pun, biasanya ngikut aja, maksudnya gak pernah memperhatikan jalur de el el. Nah, kali ini, dengan iseng saya bertanya ke pihak Neso, naik apa ke kantor Neso dari Gambir. Mereka menyarankan naik busway dengan sekitar 3 atau 4 kali ganti busway. Hmmm..malah membingungkan sepertinya.

Beberapa hari sebelum acara, dapat kenalan via twitter, sesama finalis Kompetiblog. Ternyata dia gak pernah sendirian ke Jakarta, jadi sekalianlah ngajak barengan. Bingung, kalau sendirian kan nggak enak hehehe kalau ada dua orang, setidaknya ada teman ngobrol kalau kesasar. Dan bertemulah kami di halte busway Gambir, namanya Fitria, asalnya dari Wonosobo. Meski pertama agak bingung busway yang dinaiki yang mana, pede aja tanya ke petugas. Nah, setelah sampai harmoni, baru agak 'ngeh' dengan penjelasan jalur busway di email dan membaca petunjuk jalur. Ternyata tidak sulit. Dan..sampailah kami di kantor Neso dengan naik busway.

Setelah acara, waktu menunjukkan jam 1 siang. Sempat kenalan dengan beberapa orang di kantor Neso, sesama finalis . Dan ternyata kami punya masalah yang sama hmmm mau ngapain ya setelah acara tersebut?
Sama-sama tidak tahu tempat-tempat di Jakarta dan bagaimana cara kesananya. Ada yang menyarankan ke Mall saja, hehehe itu cara menghabiskan waktu yang mahal, karena ada kemungkinan malah kepincut belanja sesuatu. Salah seorang finalis asal Jakarta menyarankan ke Kota Tua. Ah ya, saya jadi teringat, sewaktu berangkat, salah satu rute bis kami adalah Stasiun Kota - Blok M. Kemudian, saya bertanya ke staf Neso, kalau balik ke Gambir apakah menggunakan jalur sama seperti berangkat? Ternyata benar :).

Daripada bengong menunggu bis malam di Gambir , saya mengajak Fitria, Masgustian (Tian) dan temannya Labib, ke Kota Tua yuk? Dan mereka gak keberatan. Kami ngikut saja naik buswaynya ya kata mereka. Yup, jadilah saya yang juga pertama kali ke Kota Tua ini jadi penunjuk jalan :) . Kami sampai di halte busway seberang stasiun kota, sempat masuk Museum Bank Mandiri dan jalan-jalan di kawasan Kota Tua. Berikut beberapa dokumentasinya, dengan kamera hape seadanya hehehe.

Ayo foto :)
Museum Bank Mandiri

Ada yang mau transfer ?

Fitria : This is my pose :p


Buku Besar - dalam artian sebenarnya

Yeaay ! I'm here
Mau kemana yaaa
Kami seperti duta Nuffic Neso :p

Tian in action

Di sekitarnya ada banyak obyek wisata, tapi tidak sempat dikunjungi semua, pegel euy..

Gak bisa lihat tiang nganggur :)
Menjelang jam 4 kami memutuskan kembali ke tujuan masing-masing, pulang. Tian dan Labib, naik kereta dari stasiun Kota ke Depok. Saya dan Fitria naik busway ke arah Harmoni. Sampai Harmoni, saya menunjukkan tempat menunggu busway ke Lebak Bulus ke Fitria, dan saya terus ke Gambir. Seharian perjalanan membuat kaki pegal sampai dua hari kemudian, tapi ada banyak hikmah yang diperoleh. Akhirnya bisa paham jalur busway, dapat hadiah hiburan dari Nuffic Neso, dapat semangat belajar dari teman-teman baru yang menyenangkan, bisa jalan-jalan sampai ke Kota Tua. Yeah, benar seperti kata Ibn batutta, all you have to do is take the first step.


Share on:
Sudah lama sekali, sejak terakhir kali mengikuti lomba tulis-menulis. Mendapatkan informasi tentang lomba menulis ini pun secara tidak sengaja. Jadi, ceritanya suatu hari, Maret kalau tidak salah, saya terbangun dengan mimpi yang  bahkan setelah bangun pun, buat saya begitu jelas pesannya. Saya bukan pemerhati mimpi, dan biasanya juga selalu lupa mimpi apa. Tapi hari itu saat terbangun, seperti nyata..Tri, nih..diterima S3 ke Belanda, berangkat ya. Saya belum berniat studi S3 dalam waktu dekat, jadi alam bawah sadar saya, jelas tidak sibuk memikirkan S3 ke Belanda. Dan sebelumnya, Belanda tidak menjadi tujuan utama jika diberi kesempatan sekolah lagi. Ide sekolah ke Belanda ini memang tiba-tiba, dan membuat saya berfikir, hmmm mungkin menarik juga kalau suatu hari bisa sekolah kesana. Secara iseng, menjelang wisuda dan siap-siap pulang ke Lampung, saya browsing dan mencari juga beberapa peluang untuk beasiswa S3. Secara tidak sengaja, jalan-jalan di dunia maya membawa saya pada dua tautan, Nuffic Neso dan Kompetiblog2012.

Nuffic Neso adalah organisasi non-profit yang merupakan semacam organisasi kerja sama internasional dalam bidang pendidikan tinggi yang ada di Belanda. Mitra Nuffic Neso adalah Departemen Pendidikan dan Departemen Luar Negeri. Nuffic Neso tidak membantu Anda untuk mendaftar ke Universitas, namun akan menunjukkan informasi yang diperlukan untuk mendaftar atau dimana kontak perwakilan Universitas di Belanda. Kantornya ada di Menara Jamsostek, Jakarta, sebelah kanan halte busway Gatot Subroto, kalau Anda dari halte Semanggi ke arah Pinang Ranti. Sejak lima tahun lalu, setiap tahunnya organisasi ini mengadakan lomba menulis di blog dengan tema tertentu yang hadiah utamanya adalah mengikuti Summer School dua minggu di Utrecht, Belanda, untuk dua orang pemenang.

Tema yang dilombakan berbeda setiap tahunnya, tahun 2013 ini temanya adalah Dutch Pioneering. Secara tidak langsung, untuk membuat tulisan, penulis harus melakukan riset untuk menyajikan tema yang unik tentang Dutch Pioneering. Secara keilmuan, pilihan kuliah di Utrecht Summer  School mungkin tidak menarik, tapi kesempatan mengenal dunia pendidikan, metode pembelajaran dan kesempatan jalan-jalan ke Belanda jelas sangat menarik. Saya mengirimkan dua tulisan pada lomba tersebut, yaitu Nilai Mereka Parfait! dan Study in Holland.

Dan secara mengejutkan! Pada 20 Mei, diumumkan nama saya diantara daftar finalis melalui Kompetiblog2013. Dari 578 artikel yang masuk, dipilih 31 finalis, tulisan saya Study in Holland, menjadi salah satu finalis.

5 Juni lalu diadakan pengumuman dan penyerahan hadiah di kantor Neso. Ada dua pemenang yang berkesempatan ke Belanda, dan dua pemenang yang beruntung mendapatkan hadiah gadget dari Nuffic Neso. Yaa, meski belum berkesempatan ke Belanda tahun ini, acara tersebut,  memberikan banyak ide dan semangat buat saya untuk terus belajar. Pengen nyari beasiswa shortcourse atau beasiswa S3, kalau prasyarat terpenuhi :p.Aamiin.

Oh ya, berikut adalah beberapa foto acara dan hadiah hiburan untuk para finalis.

Serius, mendengarkan penjelasan mbak Inti tentang beasiswa ke Belanda

All finalist yang hadir

Isi kantong bawaan finalis, boneka sapi yang lucu

Anda terpilih menjadi finalis daaan...jalan-jalan ke jakarta :p

Share on:
Saat pertama kali mendapatkan email undangan dari Nuffic Neso, seketika terlintas di fikiran, Aha! ini alasan buat mencoba naik damri kelas royal ^_^. Sampai sekarang, saya masih setia mengkonsumsi obat anti mabuk untuk perjalanan jauh, tapi entah kenapa, " tidak suka naik mobil " bukan jadi alasan lagi untuk tidak kemana-mana hehehe. Jadi setiap kali ada kesempatan jalan-jalan, "rasa senang" jalan-jalannya sedikit meredam penyakit mabuk perjalanan saya.

Tiket Lampung-Jakarta, saya beli 3 hari sebelum keberangkatan. harga tiketnya 175 ribu untuk perjalanan ke Jakarta dan sebaliknya. Meski tidak duduk di barisan depan, saya cukup beruntung mendapat posisi kursi yang sendirian (susunan kursi 2-1). Berangkat tepat waktu dari stasiun Tanjung Karang, hmmm tempat kaki cukup luas, sandaran kursi juga cukup nyaman. Oh ya, selimutnya wangi. Karena naik bis malam, saya tidak sempat mendokumentasikan foto bis. Nah, beberapa foto berikut, mungkin bisa memberi gambaran bus tersebut.

Sumber : http://www.bismania.com/home/showthread.php?t=10539&page=2
Sumber : http://www.bismania.com/home/showthread.php?t=10539&page=2


Sumber : http://pecintdamricommunity.blogspot.com/

Meski bis nyaman, tapi perjalanan melewati Selat Sunda tetap saja bergantung kondisi laut. Laut lumayan berombak pada saat itu. Saya sudah meminum obat anti mabuk, tapi tetap saja goyangan kapal membuat perut lumayan bergolak. Terpaksa saya mencari makanan hangat, dan pilihan jatuh pada mie yang sangat umum ditawarkan di kapal, yaitu....


bukan diniatkan iklan
Bis memasuki stasiun Gambir  jam 6 lewat, menjelang 6.30 rasanya. Secara keseluruhan, dengan selisih harga 25 ribu lebih mahal dari kelas eksekutif, saya merasa cukup nyaman menggunakan bis ini. Kondisi bis bersih (mungkin karena masih baru) dan bisa istirahat, suhu AC juga tidak terlalu dingin. Meski perjalanan semalam di bis, saya masih bisa jalan-jalan seharian sesampainya di Jakarta dan balik lagi ke Bandar Lampung  malamnya.
Share on:
  • ← Previous post
  • Next Post →
  • Hi, I am Astria Hijriani. Now, i live in Enschede, Netherlands until 2018. I works as a Lecturer in Computer Science Department, Lampung University.
  • This blog capture some story from my life, my feeling, my activity and also my mind. You can contact me at astria.hijriani@gmail.com.
Founder of the website

Pageviews

Sparkline

Blog Archive

  • April 2018 ( 1 )
  • March 2018 ( 2 )
  • February 2018 ( 2 )
  • December 2017 ( 2 )
  • October 2016 ( 1 )
  • May 2016 ( 2 )
  • December 2015 ( 2 )
  • November 2015 ( 2 )
  • August 2015 ( 1 )
  • July 2015 ( 1 )
  • April 2015 ( 3 )
  • March 2015 ( 3 )
  • February 2015 ( 1 )
  • November 2014 ( 1 )
  • October 2014 ( 3 )
  • September 2014 ( 1 )
  • June 2014 ( 1 )
  • May 2014 ( 1 )
  • April 2014 ( 4 )
  • March 2014 ( 2 )
  • February 2014 ( 6 )
  • January 2014 ( 9 )
  • December 2013 ( 5 )
  • October 2013 ( 1 )
  • September 2013 ( 1 )
  • August 2013 ( 1 )
  • June 2013 ( 3 )
  • May 2013 ( 7 )
  • March 2013 ( 2 )
  • December 2012 ( 1 )
  • November 2012 ( 5 )
  • October 2012 ( 6 )
  • September 2012 ( 6 )
  • August 2012 ( 5 )
  • July 2012 ( 9 )
  • June 2012 ( 4 )
  • May 2012 ( 9 )
  • April 2012 ( 1 )
  • March 2012 ( 12 )
  • December 2011 ( 7 )
  • November 2011 ( 5 )
  • October 2011 ( 1 )
  • July 2010 ( 1 )
  • November 2009 ( 1 )
  • October 2009 ( 1 )
  • July 2008 ( 2 )
  • June 2008 ( 1 )
  • March 2008 ( 1 )
  • August 2007 ( 2 )
  • July 2007 ( 20 )

Popular Posts

  • Cara Membungkus Kado Bentuk Kemeja
    Ini postingan ringan, barangkali ada yang ingin berkreasi dalam membungkus kado atau bingkisan tertentu. Bentuk kemeja ini lumayan unik dan ...
  • Naik Apa ke Lampung dari Surabaya ?
    Selama jadi anak kost di Surabaya, sering sekali teman-teman bertanya, kalau pulang naik apa ke Lampung? Jawabannya biasanya gini, ya kalau ...
  • Berani Bongkar, Beruntung Bisa Pasang ~ Membersihkan Fan Acer 4732Z
    Liburan lalu, beberapa kali, laptop ini mati tiba-tiba, biasanya pada saat memainkan game yang membutuhkan grafis tinggi. Sempat sangat khaw...
  • Beasiswa Short Course StuNed
    Setiap bertemu dengan orang Indonesia di Enschede biasanya ditanya, -master atau PhD ? terus dijawab, ndak, saya shortcourse saja 3 bula...
  • Yang Mana Yang Berkualitas?
    Saya masih ingat sekali, pelajaran dasar yang diberikan Gem Cheong di kelas Total Quality Management. Gem menampilkan dua gambar berikut di ...
  • Beasiswa Pelatihan ITEC/SCAAP ke India
    Kenapa India? Mau Berangkat lagi? S3 ya, berapa tahun? Ngapain ke India? Mau ketemu Shahrukh Khan? Salam ya buat Shaheer Sheikh India...
  • Operasi Gigi Geraham Bungsu (III)
    Sudah diniatkan ditulis sejak lama, tapi semuanya berubah ketika negara api menyerang :) eh eh nggak ding, karena mengkambinghitamkan 'm...
  • Operasi Gigi Geraham Bungsu dengan Fasilitas Askes ( I )
    Setahun lalu, melihat hasil foto rontgen panoramik gigi, dokter gigi di Surabaya sudah mengingatkan sejak awal, Mbak..sebaiknya geraham bung...
  • Edisi Jajan dan Cari Oleh-Oleh di Palembang
    Jum'at sampai Ahad, 29 Nov-1 Des kemarin menyempatkan jalan-jalan ke Palembang. Menu utamanya wisudanya Destroyer eh Destri ding, tapi t...
  • Mampir ke Monas
    Ini salah satu mimpi waktu masih kecil, melihat Jakarta dari puncak Monas ^_^.  Dulu, pernah berkunjung ke tempat ini, waktu masih SD ras...

My Tweet

Tweets by @astriahijriani

Do Not think too much, say thanks to Allah for another wonderful day

Even your worst day, that's still 24 hours only


Created By SoraTemplates | By Gooyaabi Templates - copyright 2017 - edited by @hijriani